AHLAN WA SAHLAN..

Jumaat, November 27, 2009

Bukan Kebetulan Muslim

Kita bukanlah seseorang yang hidup dengan segala aktivitas dan peran (mahasiswa, entrepreneur,dokter, ketua asosiasi,dsb) yang kebetulan merupakan seorang Muslim. Namun, kita adalah seorang Muslim yang kebetulan hidup dengan segala peran tersebut. Apapun peran dan kesibukan kita dalam hidup ini, janganlah sampai melupakan akan identitas kita yang sesungguhnya, yaitu sebagai seorang Muslim yang oleh karena itu kita memiliki kewajiban untuk mensyi'arkan agama ini.

Khamis, September 24, 2009

Khairunnas

Ketika diri mempertanyakan mengenai sejauh mana derajat kemuliaan akhlak kita, maka salah satunya adalah dengan bertanya pada diri sendiri sejauh mana nilai manfaat diri ini. Inagtlah tentang sabda Rasulullah SAW, "Khairunnas Anfa'uhum Linnas"

Ahad, Ogos 09, 2009

Marahmu, Karena Allah atau Karena Nafsu??

Pernahkah kita merasakan dan menyadari bahwa ketika kita sudah memiliki kedekatan dengan seseorang (dalam berbagai hal), justru membuat kita menjadi lebih mudah merasa kesal/jengkel dengannya.. Ketahuilah, sahabat! Justru di situ lah letak ujiannya.. Apakah hubungan yang kita jalin selama ini berlandaskan pada kasih sayang karena Allah atau hanya karena sekedar nafsu?! Tentunya jika hubungan kita itu berlandaskan karena Allah, kita tidak akan marah selain dengan alasan karena Allah.. Dan untuk kebaikan mereka.

Sabtu, Ogos 08, 2009

Berharaplah Hanya Pada Allah

Janganlah keburukan yang dilakukan seseorang (kekecewaan terhadap sesuatu) menghalangi kita untuk berbuat dan menebarkan kebaikan. Sadarilah sahabat, bahwa ketika kita sering merasakan kekecewaan, itu berarti bahwa kita masih banyak berharap pada makhluk dan pada selain daripada-Nya. Berharap lah hanya pada-Nya. Niscaya semua akan terasa ringan karena kita tahu bahwa Ia kan membalas SEMUA pengorbanan kita di akhirat kelak tanpa pengingkaran sedikit pun terhadap janji-janji Nya atas kenikmatan yang akan Ia berikan kepada hamba-Nya yang selalu berjalan dan memperjuangkan agama-Nya.

SeMaNGAT!!
Keep ISTIQAMAH..

Peluang Itu Akan Selalu Ada

Seorang pemimpin harus mampu melakukan perubahan, menjadi inspirasi bagi sekitarnya, memiliki keteguhan hati yang lebih, dan pintar melihat dan memanfaatkan peluang. Ketahuilah bahwa dalam setiap kondisi itu pasti memiliki satu titik peluang yang dapat kita manfaatkan untuk mengembangkan & membangun suatu kemajuan. The Things that U have to do is "Knows What is Wanted", kemudian lihatlah apa yang kita miliki, berpikir cerdik, optimalkan Sumber Daya yang ada, dan utarakan hal itu dengan tindakan.

Don't Give Up..Don't be Affraid because Allah with us.
And Allah will give us the way for people that strugle in Allah's way..

Optimis!!

Membangun barisan yang kokoh itu sangat penting. Bismillah...Sahabat-sahabat ku..Mari kita berjuang bersama. Opportunistic Optimism.. Yakinlah bahwa peluang itu selalu ada. Innallaha ma'ana..

Jumaat, Jun 12, 2009

Diam Sebagai Komunikasi


Diam yang didefinisikan di sini adalah tidak adanya pembicaraan atau komunikasi nyata. Pada umumnya, diam sering diabaikan sebagai bentuk komunikasi dalam Perilaku Organisasi. Hal ini dikarenakan diam menggambarkan tidak adanya tindakan (inaction). Tapi, sesungguhnya diam dapat merupakan bentuk komunikasi yang kuat.

Diam dapat berarti seseorang sedang berpikir atau merenungkan jawaban terhadap pertanyaan, dapat juga berarti seseorang sedang cemas atau takut untuk berbicara. Diam dapat mengisyaratkan kesepakatan, menolak, kecewa, atau marah. Diam dapat merupakan tanda bahwa seseorang merasa terganggu terhadap suatu kondisi, dapat pula mengisyaratkan rasa tidak senang dengan menjauhkan diri.

Kegagalan dalam memberikan perhatian pada bagian DIAM dari percakapan dapat berakibat kehilangan bagian penting dari pesan. Komunikator yang cerdik memperhatikan kesenjangan, jeda, dan keragu-raguan. Mereka mendengarkan dan mengiterpretasikan sikap diam. Mereka memperlakukan jeda (diam) misalnya sebagai analog dengan lampu kuning yang berkelap-kelip di perempatan jalan dan memberi perhatian pada apa yang akan muncul berikutnya. Kadangkala pesan yang nyata dalam komunikasi terkubur dalam DIAM. (Perilaku Organisasi, Stephen P. Robbins)

Terkadang, dalam sebuah perdebatan kita merasa puas atau merasa menang ketika lawan bicara kita tak lagi melontarkan kata-kata terhadap kata-kata yang kita lontarkan kepadanya. Dan sesungguhnya itu bukan berarti menandakan bahwa perseteruan telah berakhir karena diam bukan berarti menandakan ketidakberdayaan seseorang, bukan pula selalu berarti tidak adanya komunikasi, melainkan ada banyak makna di dalamnya. Dalam diam terdapat strategi dan pemikiran yang tak terlihat. Oleh karena itu ada pepatah yang mengatakan "DIAM-DIAM MENGHANYUTKAN"

Diam adalah emas. Diam dapat menunjukkan kedewasaan dan kebijaksanaan seseorang dalam menghadapi perseteruan dalam sebuah komunikasi. Diam pun dapat merupakan sebuah bentuk penghinaan.

NB:
Tulisan ini bukan berarti menyuruh sahabat-sahabat semua untuk senantiasa diam dalam melakukan suatu komunikasi, melainkan agar kita dapat memberi perhatian kepada DIAM sebagai bagian dari komunikasi yang memiliki makna di dalamnya layaknya komunikator yang cerdik.